Menunggu Siang…

Posted in Uncategorized dengan kaitan (tags) on Oktober 31, 2008 by solokpersclub
Jakarta... Kami datang lagi.

Jakarta... Kami datang lagi.

Kato Muncak: ” Kan lai gaya den.

Viko : ” Samo san bantuaknyo waktu di Padang

Datuak : He, he……”

Perantau Dukung Gusmal Menjadi Bupati Dua Kali

Posted in Uncategorized dengan kaitan (tags) on Oktober 31, 2008 by solokpersclub


Silaturahmi antara Bupati Solok denganperantau di Jakarta

Silaturahmi antara Bupati Solok denganperantau di Jakarta

Visi daerah Kabupaten Solok yang menyebutkan Perantau Bangga dengan Kampung Halamannya, ternyata bukan sekedar slogan. Sosialisasi dan program terkait visi dimaksud telah menumbuhkan kerinduan perantau terhadap tanah kelahirannya.

Setidaknya ketika bertemu dengan sejumlah pimpinan dan pejabat daerah Kabupaten Solok, para perantau asal daerah penghasil bareh itu tampak antusias melepas kerinduan. Fenomena itu terlihat saat acara halal bi halal yang diselenggarakan oleh Kepala Unit Penghubung Kabupaten Solok, Minggu (26/10) di Jakarta.

Ratusan bahkan hampir seribuan perantau dari berbagai profesi, serta perwakilan nagari nagari hadir dengan suasana bathin yang menggambarkan gairah taragak basuo dengan Bupati Solok H. Gusmal Dt. Rajo Lelo, SE, MM serta Sekretaris daerah (sekda) setempat Drs. Asrizal, MM.

Kepala Penghubung Pemkab. Solok Yandra SE, M. Si dalam siaran persnya yang diterima SPC menyebutkan kegiatan halal bi halal dan silaturahmi antara Pemkab. Solok dengan Perantau yang bermukim di wilayah Jakarta, Bogor, Tangerang, Depok dan Bekasi (Jabodetabek) merupakan kalender tahunan dalam upaya membangun jembatan hati dan membuka komunikasi timbal balik.

” Kehadiran Bupati Solok sekaligus mengukuhkan Ikatan Keluarga Kabupaten Solok (IKKS) yang diketuai oleh H. Firdaus Umar, ” sebut Yandra.

IKKS Jakarta, menurut Yandra sebuah organisasi sosial yang menanungi para perantau Kabupaten Solok. Kehadiran organisasi tersebut sangat signifikan dalam upaya menghimpun potensi rantau yang sejatinya cukup potensial.

Kebangkitan organisasi perantau Kabupaten Solok juga disemangati oleh dukungan Pemerintah Kabupaten Solok. Bupati Solok H. Gusmal dalam kaitan itu mendorong agar mampu menyuarakan aspirasi dan masukan masukan untuk Pemkab. Solok.

Seperti diungkapkan kepala Penghhubung Pemkab. Solok, Bupati Solok yang hadir bersama Ketua DPRD setempat Ir. Hilda Osmiati menyampaikan apresiasinya terhadap organisasi organisi perantau, baik secara nagari-nagari.

Dihadapan perantau IKKS serta Solok Saiyo Skato(S3) Jakarta, Bupati Solok serta merta mempresentasikan program pebangunan yang telah dilaksanakan selama tiga tahun kepemimpinannya.

Pada bidang pendidikan, ujar Bupati Solok, pemerintah selain memfokuskan program terhadap pemenuhan kebutuhan prasarana berupa penambahan sekolah dan penambahan ruang belajar, juga memperhatikan kesejahteraan guru itu sendiri. Upaya peningkatan kesejahteraan para guru bagi Gusmal sama pentingnya dengan peningkatan kualitas guru itu sendiri.

” Program peningkatan kualitas guru disamping mengadakan sertifikasi juga dengan dorongan peningkatan pendidikan formal hingga mencapai pasca sarjana, ” sebut Bupati Solok.

Sementara itu, di tingkat anak didik, Pemkab. Solok berupaya mendorong partisipasi masyarakat untuk tetap menyekolahkan anak anak. Pendidikan haru nomor satu di kabupaten Solok. Bahkan anak yang tadinya putus sekolah karena alasan ekonomi, di jemput kembali agar bisa sekolah.

” Ada yang menjadi pengamen, ada yang jadi tukang semir sepatu di Bukittinggi dan berbgai pekerjaan lainnya telah dilakukan oleh mereka yang putus sekolah. Sekarang mereka sudah dapat sekolah kembali. Sedikitnya sudah 700 orang yang telah kembali ke bangku sekolah, ” jelas Gusmal seraya menyebutkan bahwa Program menjemput anak yang putus sekolah tersebut dilakukanbersama wali nagari dimana anak terssebut bermukim.

Bidang pendidikan sejalan dengan peningkatan pogram esehatan dan ekonomi kerakyatan. Dinamika Masyarakt Kabupaten Solok saat ini menunjukkan kecendrungan meningkat.

Pada kesempatan, Bupati Solok juga menggugah para perantau agar mendukung dan memilih orang Solok yang mencalonkan diri menjadi anggota Legislatif di perantauan. Seprti halnya ketua S3 Jakarta Irjen. Pol (purn) Drs. Marwan Paris MBA yang maju menjadi caleg DPR-RI di wilayah Jakarta, Gusmal mengharapkan perantau Solok dan Masyarakat Minang di Jakarta agar memilih ketua DPD Partai Hanura Prop. DKI Jakarta itu untuk duduk di Senayan.

” Banyak orang Solok yang menjadi caleg di Jakarta, kita himbau dapat mengantarkan mereka menjadi anggota legislatif, ” ujarnya.

Ketua IKKS H. Firdaus Umar bersama ketua S3 Marwan Paris serta merta mendorong segala program Pemkab. Solok yang begitu signifikan dikaitkan dengann kondidi kekinian Kabupaten Solok.

” Lebih dari 40.000 jiwa masyarakat kabupaten Solok di Jakarta dan sekitarnya menyatakan penghargaan yang tinggi terhadap program program kabupaten solok. ” tutur Firdaus Umar. Hadir pula dalamacara ini seluruh perwakian organisasi nagari-nagari kab. Solok serta tokoh perantau H. Chairul Umaiya.

Sosok Bupati Solok yang familiar dimata masyarakat rantau, dibuktikan dengan dukungan moral agar H. Gusmal Dt. Rajo Lelo, SE, MM kembali menjadi bupati Solok untuk kedua kalinya. ” Kami masyarakat rantau mendukung Bapak Gusmal dan Desra Ediwan menjadi bupati dan wakil Bupati Solok periode 2010-2015, ” sebut Firdaus Umar dan ketua S3 Jakarta Marwan Paris.

Sehari sebelumnya, dalam acara halal bi halal perantau nagari Kinari juga mengedepankan kebulatan tekad untuk mendorong Gusmal memimpin Kabupaten Solok. Kepala penghubung Jakarta Yandra menyebutkan, kendati perantau bukan merupakan pemilih, namun mereka menyatakan kesiapan membantu dengan cara menyebarluaskan dukungan tersebut pada keluaga masing masing di kampung halaman.-rusmel-

Saat Wawancara

Posted in Uncategorized dengan kaitan (tags) on Oktober 16, 2008 by solokpersclub
Wawancara

Wawancara

STOP PRESS

Posted in BERITA dengan kaitan (tags) on Oktober 16, 2008 by solokpersclub

Komunitas Wartawan Aktif Solok Bentuk SFC

Solok, Singgalang.

Bukan bermaksud mencari sensasi, kecuali tuntutan solidaritas pekerja jurnalistik telah mendorong sejumlah kuli disket yang bekerja di beberapa surat kabar harian dan tabloid mingguan daerah peliputan wilayah Solok memprakarsai berdirinya Komunitas Wartawan Aktif dibawah payung Solok Pers Club.

Pendiri Solok Pers Club (SPC) diantaranya Eri Viko (Harian Pos Metro), Riswan Jaya (Harian Haluan), Zul Muncak (Mingguan Publik) dan Rusmel Dt. Sati (Harian Sinngalang) Rizal Islamy (Harian Padang Ekspres) menggaris bawahi bahwa wadah berkumpul dan berdiskusi yang diproklamirkannya bukan sebuah organisasi profesi seperti halnya organisasi wartawan, kecuali sebagai forum pekerja jurnalistik yang konsisten menjunjung tinggi kode etik jurnalistik dan Undang Undang Pers itu sendiri.

Penegasan itu disampaikan lebih sebagai jawaban terhadap pandangan banyak orang terhadap integritas dan jatidiri wartawan yang semakin minus.

” Kita ingin mengembalikan citra wartawan sebagai profesi yang membanggakan, ” tegas Riswan Jaya.

Penegasan itu diutarakan lebih karena kesadaran dan pemahaman bahwa profesi wartawan bukanlah segalanya. Sebaliknya wartawan bisa berarti untuk segalanya.

Pendapat demikian bukan tanpa alasan. Riswan Jaya yang juga pengurus PWI (Persatuan Wartawan Indonesia) Perwakilan Solok itu menengarai saat ini citra wartawan dimuka publik mengalami pergeseran dan bahkan banyak pejabat yang notabene adalah narasumber bagi pekerja jurnalistik kadang merasa risih ulah oknum wartawan.

Kondisi tersebut mengundang keprihatinan bagi pekerja jurnalistik yang bekerja secara profesional dan menjujung nilai nilai etika yang tercantum dalam Kode Etik Jurnalistik (KEJ).

Sebagai sebuah Komunitas Wartawan Aktif, secara struktural SPC mempercayakan Pemegang Amanat Presiden (PAP) kepada Riswan Jaya (Haluan), Wakil PAP Syamsul Azwar (tabloid Publik), Sekretaris Rusmel Dt. Sati (Singgalang), wakil Sekretaris Rizal Islamy (Padang Ekspress), Bendahara Eriviko (Pos Metro) serta Zul Muncak (Tabloid Publik) sebagai Dewan Pakar.

Menanggapi kehadiran SPC Solok, Kharul Jasmi dalam kapasitasnya sebagai Presiden Padang Pers Club ketika dihubungi via telepon menyambut antusias komunitas wartawan aktif tersebut.

Rancak lah nyo. Tapi itu bukan organisasi wartawan, ya? Dirikan dalam bentuk yayasan, agar lebih luas manfaatnya untuk kepentingan bersama, ” tutur Presiden PPC yang juga sering dipanggil KJ.

Dalam programnya, SPC Solok ke depan ingin berbuat lebih tinggi terhadap kepentingan masyarakat. Begitu juga dalam kiprahnya menjadi alat kontrol sosial melalui media massa ditengah pembangunan daerah yang semakin tinggi intensitasnya di daerah itu.

” Kita ingin memberikan yang terbaik untuk pembangunan daerah. Hal itu lebih karena kesadaran sinergitas yang tinggi dan kerjasama antara Pemerintah dengan media massa, tetapi tidak menghilangkan nilai nilai independensi dan profesional profesi, ” sebut Eriviko.

Untuk lebih permanennya manajemen Komunitas Wartawan Aktif di daerah penghasil Bareh itu, SPC Solok yang memiliki sekretariat di Singkarak, Kecamatan X Koto Singkarak, Kab. Solok itu membuka diri untuk saran dan kritik dari masyarakat luas melalui email: solokpersclub@yahoo.com, atau dapat juga diakses lewat blog: http//www.solokpersclub.wordpress.com serta http//www.solokpersclub.blogdetik.com.-402-

STOP PRESS

Posted in BERITA dengan kaitan (tags) on Oktober 16, 2008 by solokpersclub
Wartawan Solok Dirikan SPC pdf | cetak |
Minggu, 12 Oktober 2008
AROSUKA, METRO– Wartawan harian dan beberaoa mingguan yang bertugas di daerah Solok dan sekitarnya mendirikan komunitas wartawan aktif dengan nama Solok Pers Club (SPC). Pembentukan wadah wartawan aktif ini bukan sebuah organisasi pers, namun semacam perkumpulan wartawan yang betul-betul aktif menjalankan profesinya secara profesional sesuai dengan kode etik pers.
Munculnya keinginan membentuk wadah wartawan aktif ini, seperti yang diungkapkan pemarkarsanya Riswan Jaya dari harian Haluan, Eriviko wartawan POSMETRO, Rizal wartawan Padang Ekspres, Rusmel wartawan Singgalang dan Zul Muncak dari tabloid Publik semata-mata ingin melindungi keberadaan wartawan terhadap kepentingan tertentu yang mengatas namakan wartawan.

Apalagi tuntutan pemikiran tersebut juga beranjak dari semakin melorotnya pandangan masyarakat terhadap keberadaan wartawan yang dinilainya telah meresahkan karena sudah tidak lagi mengindahkan kode etik pers.Tidak mau menyalahkan apalagi menuding, dengan keberadaan oknum wartawan yang tidak mengabaikan kode etik pers, dari pengakuan sejumlah pejabat dan kalangan ternyata sudah cukup mengganggu.

Yang menjadi korban jelas para wartawan yang betul-betul murni menjalankan tugasnya sebagai pencari berita. Menurut Riswan Jaya wartawan harian Haluan, langkah untuk menertibkan wartawan agar tidak meresahkan pejabat dan masyarakat serta berbagai kalangan sebaiknya dimulai dari hal yang terkecil termasuk dari diri sendiri. (e)

Hello world!

Posted in Uncategorized on Oktober 8, 2008 by solokpersclub

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!